Senin, 22 Juli 2013

ASUHAN PRANATAL PADA USIA KEHAMILAN 28 - 34 MINGGU

Penilaian/Prosedur:
  • Denyut jantung janin
  • Tinggi fundus uteri
  • Gerakan janin
  • Tekanan darah ibu
  • Berat badan ibu

Pemeriksaan laboratorium
Proteinuria dipstik bila diperlukan

Edukasi/Konseling
  • Gejala dan tanda persalinan preterm
  • Gejala dan tanda preeklamsia

Edukasi/Konseling tambahan:
  • Persiapan, pilihan, gejala dan tanda persalinan
  • Perjalanan jauh (terutama risiko kejadian trombosis vena dalam)
  • Persalinan percobaan setelah seksio sesaria

ASUHAN PRANATAL PADA USIA KEHAMILAN 24 - 28 MINGGU

Penilaian/Prosedur:
Denyut jantung janin
Tinggi fundus uteri
Gerakan janin
Tekanan darah ibu
Berat badan ibu
Immunoglobulin Rh bila diperlukan
Skrining untuk kekerasan domestik

Pemeriksaan laboratorium:
Pemeriksaan diabetes gestasional
Pemeriksaan ulang laboratorium darah lengkap
Skrining antibodi bila diperlukan
Proteinuria dipstik bila diperlukan

Edukasi/Konseling:
Gejala dan tanda persalinan preterm

Edukasi/Konseling tambahan:
Persiapan, pilihan, gejala dan tanda persalinan
Perjalanan jauh (terutama risiko kejadian trombosis vena dalam)
Persalinan percobaan setelah seksio sesaria (VBAC).

ASUHAN PRANATAL PADA USIA KEHAMILAN 14 - 24 MINGGU

Penilaian/Prosedur:
  • Denyut jantung janin
  • Tinggi fundus uteri (tinggi puncak rahim)
  • Gerakan janin
  • Tekanan darah ibu
  • Berat badan ibu
  • Skrining USG untuk anatomi janin

Pemeriksaan laboratorium:
  • Skrining penanda ganda aneuploidi
  • Proteinuria dipstik bila diperlukan

Edukasi/Konseling:
Memeriksa dan mendiskusikan hasil pemeriksaan

Edukasi/Konseling tambahan:
  • Tanda bahaya kehamilan
  • Perawatan gigi
  • Keluarga berencana

Jumat, 19 Juli 2013

ASUHAN PRANATAL PADA USIA KEHAMILAN < 14 MINGGU

Penilaian/prosedur:
Anamnesis lengkap dan identifikasi risiko
Penghitungan taksiran persalinan berdasarkan hari pertama haid terakhir
Skrining tekanan darah dasar
Berat badan dan BMI
Skrining kekerasan domestik (KDRT)
Vaksinasi sesuai kebutuhan
Rujukan untuk asuhan khusus berdasarkan anamnesis
Anjuran untuk skrining USG terhadap aneuploidi pada usia kehamilan 11 - 13 minggu.

Pemeriksaan laboratorium:
Pemeriksaan darah lengkap, golongan darah dan rhesus, IgG Rubella, RPR, HbsAg & HIV.
Pemeriksaan urin dipstik untuk protein dan glukosa.
Urinalisis dan kultur urin
Gonore / Klamidia
Pap smear
Skrining pertanda ganda aneuploidi
Skrining tambahan sesuai dengan riwayat penyakit dan preeklamsia

Edukasi/Konseling:
Menghentikan bahan berbahaya
Olah raga/aktivitas
Nutrisi: pantau pertambahan berat badan, suplemen & makanan yang aman.
Pemberian ASI
Tanda bahaya kehamilan
Perawatan gigi
Keluarga Berencana.

JADWAL ASUHAN PRANATAL (ANTE NATAL CARE)

Belum cukup bukti klinis untuk merekomendasikan jadwal pranatal yang ideal untuk seluruh ibu hamil. Namun harus diketahui bahwa untuk mengoptimalkan luaran kehamilan adalah persiapan jauh sebelum kehamilan itu terjadi.

Jadwal asuhan pranatal berbeda-beda di setiap daerah/negara. Rata-rata kunjungan 7-12 kali dalam satu kehamilan. Namun telah disepakati bahwa pada ibu hamil yang pernah melahirkan beberapa anak dan tanpa komplikasi kehamilan maka jumlah kunjungan dapat lebih sedikit daripada ibu hamil yang belum pernah melahirkan tanpa komplikasi. Berapa kali jumlah kunjungan bersifat individual tergantung dari faktor risiko yang dikenali sejak kunjungan pertama atau pada kunjungan berikutnya.

Jumlah kunjungan antenatal yang rendah tidak berhubungan dengan luaran maternal dan perinatal yang buruk. Pada daerah dengan keterbatasan sarana sehingga kunjungan pranatal rendah maka penurunan jumlah kunjungan pranatal kurang dari 5 akan meningkatkan risiko kematian perinatal. Untuk daerah dengan sarana yang baik, rendahnya kunjungan pranatal (ANC < 8 kali) berhubungan dengan ketidakpuasan/ketidaknyamanan ibu hamil. Jadwal kunjungan pranatal ditentukan oleh tujuan dari kunjungan tersebut. Kunjungan minimal yang harus dilakukan adalah sebanyak 4 kali, bahkan untuk daerah terpencil.

Minggu, 14 Juli 2013

ASUHAN PRANATAL (ANTE NATAL CARE) : APAKAH ITU & BAGAIMANA?

Asuhan pranatal adalah asuhan yang harus diberikan kepada ibu hamil dengan tujuan menyelaraskan ibu dan janin agar terhindar dari komplikasi sehingga dapat menurunkan kejadian kesakitan dan kematian ibu dan janin.

Asuhan pranatal bukan hanya sekedar pemeriksaan ibu hamil, terus selesai...namun terdiri atas promosi kesehatan, penilaian risiko dan intervensi atas kondisi ibu hamil saat kunjungan. Asuhan pranatal seharusnya sudah dimulai sejak konsepsi yang berhasil sampai dimulainya persalinan. Jadi menurut ibu-ibu maupun calon ibu, kapan sebaiknya seorang ibu mendapat asuhan pranatal? Ya, tentunya sebelum ibu tersebut hamil dan berkeinginan untuk merencanakan kehamilan sehingga diperoleh kehamilan yang optimal dengan harapan luaran kehamilan tersebut yang jauh lebih baik.


Kehamilan pada dasarnya merupakan suatu proses fisiologis sehingga mayoritas kehamilan diterima oleh ibu sebagai hal yang memang harus dijalani. Konsep dasar dari asuhan pranatal ini adalah 20 minggu pertama kehamilan, yang merupakan fase kritis yang menentukan kelangsungan kehamilan selanjutnya. Asuhan pranatal yang baik akan berhubungan erat dengan kualitas manusia yang dilahirkan.


Siapa saja dari ibu-ibu hamil yang kemungkinan memerlukan asuhan khusus?
Ibu hamil yang memerlukan asuhan khusus, yaitu:
Ibu hamil dengan penyakit jantung, termasuk hipertensi.
Ibu hamil dengan penyakit ginjal
Ibu hamil dengan kelainan endokrin atau riwayat diabetes
Ibu hamil dengan kelainan kejiwaan
Ibu hamil dengan kelainan darah
Ibu hamil dengan kelainan autoimun
Ibu hamil yang sedang mendapatkan terapi obat-obatan (antidepressan, antikonvulsan dan lain-lain).
Ibu hamil dengan riwayat infertilitas atau mendapatkan teknologi reproduksi berbantu.
Ibu hamil dengan kehamilan ganda (kembar).
Ibu hamil yang menderita preeklampsia
Ibu hamil dengan diabetes gestasional yang memerlukan insulin.
Pengguna NAPZA
Obesitas (IMT > 30)
Kurus (IMT < 18,5)
Ibu hamil yang rentan tidak mendapat dukungan sosial
Ibu hamil yang terpapar kekerasan rumah tangga
Ibu hamil dengan kanker
Ibu hamil dengan infeksi kronik (HIV, Hepatitis C, HSV, Hepatitis B)
Ibu hamil dengan kelainan medis/operatif kronik (epilepsi, asma berat, lupus eritematosus)
Ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun.


Selasa, 06 Desember 2011

TERAPI KONSERVATIF JANGKA PANJANG PADA PASIEN-PASIEN KANKER ENDOMETRIUM

TERAPI KONSERVATIF JANGKA PANJANG PADA PASIEN-PASIEN KANKER ENDOMETRIUM
Lebih dari 1 kehamilan dapat tercapai.

Tammar Perri, Jacob Korach, Walter H Gotlieb, Mario Beiner, Dror Meirow, Eddie Friedman, Alex Ferenczy dan Gilad Ben-Baruch.

Latar Belakang: mempertahankan fungsi reproduksi pada pasien-pasien usia muda dengan kanker stadium dini merupakan konsep yang telah diterima saat ini. Keamanan dan kemudahan dalam terapi konservatif jangka panjang sehingga memberikan luaran lebih dari satu kehamilan tetap dipertegas.
Metode: penelitian ini merupakan suatu penelitian yang bersifat retrospektif dan data diambil dari rekam medis 27 wanita penderita adenokarsinoma endometrioid yang diterapi secara konservatif pada 2 layanan kesehatan tersier. Terapi terdiri dari progestin oral dosis tinggi dengan atau tanpa pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim yang mengandung levonorgestrel. Biopsi endometrium diulang setiap 2 hingga 3 bulan.
Hasil: lebih dari 7,8 hingga 412 bulan (median: 57,4 bulan), tumor mengalami regresi secara sempurna pada 24 (89%) dari 27 pasien dan regresi secara parsial pada 2 pasien dengan 79% mengalami respon dalam jangka waktu 1 hingga 17 bulan. Dari pasien yang berespon sempurna, 15 (62%) dari 24 pasien mengalami rekurensi, di mana 4 pasien menjalani histerektomi dan 11 pasien menjalani terapi progetasional subsequent. Sebelas pasien berespon dan 3 pasien secara bertahap mencapai respon sempurna. Setelah 2 hingga 4 tahun, 5 pasien mengalami kekambuhan kembali, di mana 3 pasien menjalani histerektomi. Dari keseluruhan terdapat 2 pasien yang berkembang menjadi adenokarsinoma ovarii. Semua pasien hingga sekarang bebas sakit. Konsepsi terjadi pada 14 (51,8%) dari 27 pasien, dalam 5 lebih dari pada sekali. Mereka mengalami persalinan dengan 17 kelahiran hidup, dan 2 pasien sedang mengandung.
Kesimpulan: sesuai dengan data kami, terapi progestasional terapi untuk adenokarsinoma endometrium stadium dini, memberikan luaran pasien mengalami respon terapi, mudah dan nampaknya tidak merubah luaran klinis. Pasien sebaiknya diberikan nasehat akan tingginya tingkat kekambuhan dan kemungkinan munculnya keganasan ovarium.

Kata kunci: Karsinoma endometrium, progestin, terapi konservatif, pemeliharaan kesuburan.